KABAR GARUNG LOR (KGL). SARANA INFORMASI DAN HIBURAN WARGA GARUNG LOR. BERSAMA BERBAGI BERITA. SEDULURAN SAK LAWASE.

Saturday, March 25, 2017

Bahasa Mayeng

Bahasa Mayeng

Bahasa indonesia mempersatukan bangsa

         Bahasa merupakan hal penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dengan bahasa manusia dapat saling berkomunikasi. Dalam kehidupan masyarakat bahasa berkembang sesuai dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat disuatu tempat. Bahasa yang terdapat disuatu masyarakat atau komunitas bisa disebut dengan SPEECH COMMUNITY. 

*Faktor lahirnya speech community
1. Kebutuhan 
        Faktor kebutuhan bisa jadi salah satu lahirnya speech community. Kebutuhan disini misalnya suatu kelompok ingin apa yang mereka komunikasikan tidak bisa dimengerti mereka yang diluar kelompok.
2. Kreatifitas
         Seiring terus berkembangnya ilmu pengetahuan pola pikir dan daya kreasi manusia pun ikut berkembang. Daya kreasi ini pula yang membuat manusia menciptakan berbagai bahasa baru. 
3. Trend
           Tidak dipungkiri trend menjadi faktor lahirnya speech community. Seperti halnya trend busana, trend bahasa komunitas juga cepat menyebar. Terutama dikalangan remaja.

 Contoh speech community
1. Cius miapah???
2. sumpeh loe
3. Au ah gelap
4. Dll


Di GARUNG LOR sendiri speech community mulai lahir sekitar tahun 2000 an dan berkembang sampai sekarang. Sejarah lahirnya speech Community di garung lor bermula dari para pekerja pencari rosok atau Mayeng. Para pemayeng menciptakan bahasa mereka sendiri dimaksudkan agar saat berkomunilasi atau berdiskusi mengenai harga barang rosok yang mereka mau beli tidak ada yang tahu terutama pemilik barang. Entah siapa sebenarnya penemu yang punya gagasan seperti itu tetapi kebanyakan pemayeng memakai bahasa tersebut untuk berkomunikasi saat bekerja ataupun saat berkumpul (jagong). Karena bahasa ini terus berkembang dikalangan pemayeng jadi bahasa tersebut sering disebut BAHASA MAYENG. 
Sebenarnya bahasa mayeng cukup simple. Kita cukup menyelipkan huruf ASK dalam satu kata. Misalkan kata PIRO menjadi PIRASKO.
Pekerja Mayeng


Contoh dalam kalimat
1. Bahasa jawa: Regane wesi iki piro?
    Bahasa mayeng : Regaskane weasksi ikaski pirasko?
2. Bahasa jawa : kuwe lagi lapo?
    Bahasa mayeng : kuwaske lagaski lapasko?

Mudah dan simple bukan. Tetapi dijamin orang yang tidak tahu rumusnya akan dibuat pusing mendengarkan bahasa mayeng ini.

Cukup sekian artikel kali ini, nantikan artikel-artikel mengenai garung lor selanjutnya. Dan terima kasih sudah mengunjungi blog kami.


No comments:

Post a Comment

Sejarah KGL

Visi dan Misi KGL

                        S elamat datang di blog resmi Kabar Garung Lor (KGL). Kami selaku team pengurus group KGL ingin mengembangkan...