Pelayanan Publik di Garung Lor Yang Terlupakan
Sebagai desa yang sedang berkembang Garung Lor bisa dikatakan cukup komplit dalam hal sarana dan prasarana. Mulai dari pelayanan publik, olahraga atau pun hiburan. Namun sayang dari sekian banyaknya sarana dan prasarana yang ada tidak sedikit yang keberadaannya kurang dimanfaatkan bahkan cenderung terlupakan. Dalam artikel kali ini Admin ingin membahas pelayanan publik apa saja yang terlupakan di Garung Lor. Bukan maksud menyalahkan pihak mana pun tetapi semoga artikel ini bisa memancing kita untuk lebih bisa menghargai apa yang kita punya dengan cara memanfaatkan dan merawatnya sebelum di klaim desa tetangga. seperti kasus Reog Ponorogo yang di klaim Malaysia.
1. Lapangan Sepak Bola
Desa Garung Lor sebenarnya mempunyai lapangan sepak bola yang cukup layak dan strategis jika dilihat dari segi letaknya. berada tidak jauh dari jalan raya dan mempunyai akses jalan yang cukup ideal seharusnya lapangan yang berada di depan balai desa Garung Lor ini mampu menjadi lapangan yang cukup diperhitungkan di Kudus. bahkan tempatnya yang diapit oleh Gudang PR Djarum dan Kios depan Yakis bisa menjadi suatu keuntungan untuk menggelar even. karena lebih mudah mengontrol keamanan dan ticket masuk (jika bukan untuk umum). lahan parkir pun tersedia banyak. bisa di dalam lingkungan lapangan, di parkiran RSI Sunan Kudus atau bahkan bisa di halaman komplek perkantoran balai desa. Namun dari semua kelebihan itu ironi memang melihat keadaan lapangan saat ini. Rumput dan lapangan kurang terawat. bahkan di sebelah utara lapangan terlihat semak belukar yang sangat lebat.

Siapa yang salah??? mungkin pertanyaan itu yang terlintas dipemikiran kita. kalau boleh Admin jawab pertanyaan itu, jawabanya adalah KITA SEMUA. kenapa begitu? yang namanya sarana dan prasarana publik itu milik kita semua. jadi yang bertanggung jawab selain pengurus atau penanggung jawab sarana tersebut adalah kita. Saat nya kita ubah pemikiran "apa yang desa berikan untuk kita" menjadi "apa yang bisa saya berikan untuk desa (masyarakat)" sulit memang, tetapi sulit bukan berarti mustahil.
2. Surat Kabar Center

kalau ada yang menebak di Balai desa berarti anda benar. tetapi apakah sedulur-sedulur KGL semua pernah mencoba membaca di sana? pasti banyak yang jawab "TIDAK". Seiring dengan kemajuan internet, sedulur semua pasti lebih suka membaca berita-berita dari internet. karena kepraktisan dan lebih uptodate. sungguh sayang memang keberadaan surat kabar center yang setiap pagi koran-korannya diganti oleh petugas ini kurang termanfaatkan.
3. Papan Pengumuman
Pemerintah Desa sudah mempunyai Program di setiap RW di Garung Lor mempunyai Papan Pengumuman yang ditempatkan di tempat strategis. Seperti di RW 01 keberadaan papan pengumunan di tempatkan di pertigaan utara PAMSIMAS. Dimana biasanya disana banyak dijadikan tempat jagong. Di RW 02 papan pengumunan ini berdiri tegak di pertigaan antara RT 03 dan 04. Sedangkan di RW 03 berada di pertigaan makam mbah Jolondoro. Di RW 04 berada di perempatan arah ke tersono.
Namun sepertinya keberadaan papan pengumuman ini kurang dimanfaatkan secara maksimal. Sangat disayangkan memang....
4. Kios
Garung lor bisa dikatakan kota didalam desa. Karena semua kebutuhan bisa kita peroleh dengan mudah disini. Segala jenis kuliner dapat kita nikmati tanpa harus pergi jauh-jauh cukup ke Kios depan balai desa.
Namun sangat disayangkan dari puluhan kios yang berderet dari selatan sampai utara hanya sebagian kecil yang diisi oleh warga Garung Lor. Kebanyakan pedagang yang disana berasal dari luar desa. Seharusnya dengan adanya keberadaan kios ini mampu merangsang minat warga garung lor yang mempunyai jiwa wirausaha untuk bisa memaksimalkannya. selain kios di depan balai desa sebenarnya desa garung lor masih punya. Tepatnya di sebelah timur bank BRI. Akan tetapi keberadaannya lebih memprihatinkan dari banyaknya tempat yang tersedia hanya 2 atau 3 saja yang dimanfaatkan.
Setelah membaca artikel ini semoga kita bisa lebih menghargai sarana dan prasarana yang desa kita punya.




