Zaman di era 90 an
Sedulur KGL yang lahir di tahun 90 an kebawah pasti mengalami hal-hal yang menarik dan pastinya jarang kita temui lagi di zaman sekarang ini.
masih inget gak dulu kebiasaan kalian waktu kecil? Jangan bilang kalo suka ngompol, suka nangis. Itu sih udah biasa kale. Maksud gue tuh kebiasaan unik gitu lho. Yang membuat kita masih terkenang sampe sekaramg.
Oke, kalo kalian udah lupa, gue punya ulasannya kok. Tenang aja. Dijamin ini ulasan emang kalian banget deh. Mau tau? Cekidot!
Hujan-Hujanan
Seperti halnya katak, anak-anak juga suka hujan. Bedanya, jika katak meloncat ngangkang, anak-anak meloncat dengan kaki mengapit. Apa jadinya kalau ngangkang pas loncat? Bisa-bisa cedera dan bagi yang perempuan .. ah, lupakan. Hujan-hujanan adalah hal yang sangat asyik dilakukan. Pernah melakukannya dalam keadaan telanjang? Yeah, saya pun pernah begitu-begituan. Rasanya asyik saat sekujur tubuh serasa mendapat kucuran air shower. Tapi zaman berubah, perlatan mandi pun ditemukan. Anak-anak jarang hujan-hujanan. Terlebih karena orang tua mereka tak mengizinkan. Mereka seolah berkata.“Ngapain hujan-hujanan? Entar sakit! Entar kesamber geledek! Nih, di kamar mandi kita juga punya kan shower!”Tapi orang tua tak pernah tahu, betapa yang paling seru itu adalah ketika anak-anak berhujan-hujanan ria dengan teman-teman sebayanya. Betapa bahagia (ambil tisu basah).
Memites Plastik Berendilan
Kalau ini kebiasaan global yah sepertinya. Itu lho plastik brendilan berisi udara yang kalau dipites atau diletuskan dengan jari, akan terasa efek yang menyenangkan. Apakah ini suatu gangguan mental? Tampaknya tidak! Selama yang kamu pites bukan kepala bayi kucing, saya pikir itu tidak masalah!
Membuat Salju
Pernahkah kamu menemukan kardus busa yang kamu temukan saat jalan-jalan bersama teman di perkampungan, terus kamu robek dan hancurkan kardus putih itu. Maka terciptalah salju yang menyenangkan!
Makan Buah Kersen/kresem
Hal yang paling saya ingat adalah ketika saya dan teman-teman saya naik pohon kersen. Pohon itu berdiri tak jauh dari jalan raya kudus-jepara Kami memungut pohon kersen dan memakannya. Teman yang paling tinggi dan lentur memanjat, biasanya mengambilkan kersennya untuk kami yang pendek dan ada di bawah. Betapa sebuah persahabatan yang indah! (Meneteskan air mata sambil terlentang di ranjang).
Main Teleponan Pakai Kaleng
Ini kita lakukan karena praktik mata pelajaran IPA yang diajarkan waktu SD. Karena mengasyikan, kita pun melakukannya. Rasanya menyenangkan karena bisa interkoman manual. Saat itu, kebiasaan ini begitu digemari.
Menempelkan Mug ke Mulut
Pernahkah pas kamu habis minum susu, itu mug kamu sedot pakai mulut hingga menempel? Hahaha! Apa yang terjadi jika hal itu masih kamu lakukan saat kamu di rumah makan?
Jadi Ninja dengan Sarung
Anak-anak lokal pasti pernah bikin ninja-ninjaan pakai sarung. Hal ini sering dilakukan terutama anak-anak lelaki pas selesai mengaji. Lebih tepatnya sih, bentuknya kayak maling begitu. Jadi sarung itu dilipat-lipat sehingga terpakai ke seluruh tubuh, sementara hanya mata kitalah yang terlihat.
Kapal-kapalan di Sarung
Bayangkan, hanya dengan sebuah sarung, anak kecil bisa bersenang-senang! Maksudnya adalah ketika kita membuat diri kita ‘terkunci’ dari dalam sarung, kemudian kita gerakkan badan kita sehingga merasakan efek wahana goyang-goyang. Apakah kamu pernah melakukannya?
Ngebun
Istilah ngebun atau jalan-jakan pagi sering dilakukan anak-anak di era 90 an. Ngebun biasanya pas hari libur atau pas bulan Ramadhan. Biasanya sambil main petasan.
Teriak minta uang pada pesawat
Sebelum era "om telolet om" membuming, di tahun 90 an anak-anak juga berteriak-teriak tetapu bukan kepada bus. Ini lebih ekstrim lagi, teriak-teriaknya kepada pesawat terbang atau helikopter. Lebih ekstrimnya lagi bunyi teriakannya minta uang. Wah jiwa pungli nya ternyata sudah ada sejak kecil. Gue bayangin kalau tu pilot ngabulin permintaan anak-anak terus ngelempar uang receh 1 karung apa tidak bocor tu kalau kena kepala.
Sekian artikel dari admin, semoga bisa mengingatkan nostalgia kita
Jangan lupa baca artikel2 lain di blog ini
masih inget gak dulu kebiasaan kalian waktu kecil? Jangan bilang kalo suka ngompol, suka nangis. Itu sih udah biasa kale. Maksud gue tuh kebiasaan unik gitu lho. Yang membuat kita masih terkenang sampe sekaramg.
Oke, kalo kalian udah lupa, gue punya ulasannya kok. Tenang aja. Dijamin ini ulasan emang kalian banget deh. Mau tau? Cekidot!
Hujan-Hujanan
Seperti halnya katak, anak-anak juga suka hujan. Bedanya, jika katak meloncat ngangkang, anak-anak meloncat dengan kaki mengapit. Apa jadinya kalau ngangkang pas loncat? Bisa-bisa cedera dan bagi yang perempuan .. ah, lupakan. Hujan-hujanan adalah hal yang sangat asyik dilakukan. Pernah melakukannya dalam keadaan telanjang? Yeah, saya pun pernah begitu-begituan. Rasanya asyik saat sekujur tubuh serasa mendapat kucuran air shower. Tapi zaman berubah, perlatan mandi pun ditemukan. Anak-anak jarang hujan-hujanan. Terlebih karena orang tua mereka tak mengizinkan. Mereka seolah berkata.“Ngapain hujan-hujanan? Entar sakit! Entar kesamber geledek! Nih, di kamar mandi kita juga punya kan shower!”Tapi orang tua tak pernah tahu, betapa yang paling seru itu adalah ketika anak-anak berhujan-hujanan ria dengan teman-teman sebayanya. Betapa bahagia (ambil tisu basah).
Memites Plastik Berendilan
Kalau ini kebiasaan global yah sepertinya. Itu lho plastik brendilan berisi udara yang kalau dipites atau diletuskan dengan jari, akan terasa efek yang menyenangkan. Apakah ini suatu gangguan mental? Tampaknya tidak! Selama yang kamu pites bukan kepala bayi kucing, saya pikir itu tidak masalah!
Membuat Salju
Pernahkah kamu menemukan kardus busa yang kamu temukan saat jalan-jalan bersama teman di perkampungan, terus kamu robek dan hancurkan kardus putih itu. Maka terciptalah salju yang menyenangkan!
Makan Buah Kersen/kresem
Hal yang paling saya ingat adalah ketika saya dan teman-teman saya naik pohon kersen. Pohon itu berdiri tak jauh dari jalan raya kudus-jepara Kami memungut pohon kersen dan memakannya. Teman yang paling tinggi dan lentur memanjat, biasanya mengambilkan kersennya untuk kami yang pendek dan ada di bawah. Betapa sebuah persahabatan yang indah! (Meneteskan air mata sambil terlentang di ranjang).
Main Teleponan Pakai Kaleng
Ini kita lakukan karena praktik mata pelajaran IPA yang diajarkan waktu SD. Karena mengasyikan, kita pun melakukannya. Rasanya menyenangkan karena bisa interkoman manual. Saat itu, kebiasaan ini begitu digemari.
Menempelkan Mug ke Mulut
Pernahkah pas kamu habis minum susu, itu mug kamu sedot pakai mulut hingga menempel? Hahaha! Apa yang terjadi jika hal itu masih kamu lakukan saat kamu di rumah makan?
Jadi Ninja dengan Sarung
Anak-anak lokal pasti pernah bikin ninja-ninjaan pakai sarung. Hal ini sering dilakukan terutama anak-anak lelaki pas selesai mengaji. Lebih tepatnya sih, bentuknya kayak maling begitu. Jadi sarung itu dilipat-lipat sehingga terpakai ke seluruh tubuh, sementara hanya mata kitalah yang terlihat.
Kapal-kapalan di Sarung
Bayangkan, hanya dengan sebuah sarung, anak kecil bisa bersenang-senang! Maksudnya adalah ketika kita membuat diri kita ‘terkunci’ dari dalam sarung, kemudian kita gerakkan badan kita sehingga merasakan efek wahana goyang-goyang. Apakah kamu pernah melakukannya?
Ngebun
Istilah ngebun atau jalan-jakan pagi sering dilakukan anak-anak di era 90 an. Ngebun biasanya pas hari libur atau pas bulan Ramadhan. Biasanya sambil main petasan.
Teriak minta uang pada pesawat
Sebelum era "om telolet om" membuming, di tahun 90 an anak-anak juga berteriak-teriak tetapu bukan kepada bus. Ini lebih ekstrim lagi, teriak-teriaknya kepada pesawat terbang atau helikopter. Lebih ekstrimnya lagi bunyi teriakannya minta uang. Wah jiwa pungli nya ternyata sudah ada sejak kecil. Gue bayangin kalau tu pilot ngabulin permintaan anak-anak terus ngelempar uang receh 1 karung apa tidak bocor tu kalau kena kepala.
Sekian artikel dari admin, semoga bisa mengingatkan nostalgia kita
Jangan lupa baca artikel2 lain di blog ini






di tahun 90an tiap kali liburan caturwulan III, kami selalu mengunjungi rumah Eyang di desa Garung, Wonosobo. Kalau anda tinggal di Garung direntang tahun 90an pasti tidak asing dengan sosok manusia yg sering mondar mandir di pasar Garung dan kepalanya dibungkus dengan plastik berlapis². kami menyebutnya 'manusia plastik'. itu adalah sosok misterius yg membuat saya ketakutan 😅
ReplyDeleteGreat and I have a swell supply: Whole Home Renovation Cost interior home remodeling
ReplyDelete