Ulasan SEA GAME Malaysia
Ajang multieven seAsia tenggara tengah berlangsung di Malaysia. Ajang yang sudah berlangsung 29 kali ini diikuti negara-negara se Asia tenggara tak terkecuali Indonesia. Indonesia sendiri mengirim beberapa kontingen untuk bertarung memperebutkan mendali. Beberapa cabang olahraga yang menjadi andalan Indonesia untuk mendulang emas antara lain panahan, renang, angkat besi, wushu, futsal, batminton, voly, sepak takraw dan sepak bola. Di hari senin, 21 agustus 2017 Indonesia masih menduduki klasemen ke 5 dengan raihan 3 emas. Sementara tuan rumah Malaysia kokoh di puncak dengan 16 emasnya. Berikut daftar klasemen sementara
Dalam even SEA GAMES kali ini ada beberapa kejadian yang cukup fatal menurut admin KGL, tidak hanya dirasakan merugikan kontingen dari Indonesia tetapi juga dari negara-negara lain.
Berhubung admin orang Indonesia kita bahas saja beberapa hal yang merugikan Indonesia.
1. Bendera Indonesia Terbalik
Kejadian fatal pertama adalah pencetakan bendera Indonesia yang seharusnya merah putih menjadi putih merah. Insiden ini pertama kali diketahui Menpora kita Imam Nahrawi saat beliau diberi buku panduan dimana jelas terlihat gambar bendera kita menjadi putih merah seperti bendera Polandia. Atas insiden ini Mentri olahraga Malaysia meminta maaf secara pribadi kepada Menpora. Namun pernyataan resmi dari panitia sampai saat ini belum ada.
2. Team Sepak Bola Indonesia Kehabisan Makanan
Sebagai tuan rumah seharusnya Malaysia bisa menjamin semua kebutuhan kontingen-kontingen seperti tempat istirahat, transportasi, dan makanan. Akan tetapi kejadian cukup membuat geleng-geleng kepala terjadi saat team sepak bola putra Indonesia (teamnas U 22) hendak menyantap hidangan makan malam yang seharusnya tepat pukul 21.00 waktu setempat kehabisan makanan. Team official Indonesia tidak habis akal, mereka mengumpulkan roti untuk menganjal perut para punggawa garuda muda dan langsung menghubungi pihak hotel dimana teamnas menginap untuk menyiapkan makanan. Karena kejadian ini jadwal makan punggawa teamnas pun molor. Otomatis jam istirahat mereka pun berkurang.
3. Kepemimpinan Wasit Yang Merugikan
Ini terjadi di beberapa pertandingan sepak bola yang dilakoni teamnas Indonesia. Di mulai saat Indonesia versus Filipina, saat itu Evan dimas membawa bola di dalam kotak pinalti lawan dan dalam rekaman ulang jelas kaki lawan mengenai lutut Evan Dimas sehingga ia terjatuh. Namun wasit mengangap Evan diving dan menganjar kartu kuning. Kartu kuning kedua Evan pun didapat saat Indonesia kontra Timor Leste tadi malam. Saat itu terjadi perselisihan antara beberapa pemain. Saat itu Evan dilanggar dengan keras oleh pemain Timor leste sempat terjadi adu mulut antara Evan dan pemain Timor leste. Dan pada puncaknya Evan dimas didorong sampai jatuh dan sempat ditendang punggungnya. Melihat hal itu rekan-rekannya langsung emosi terutama Marinus yang akhirnya di kartu kuning juga. Tak hanya itu Septian David juga kena pukulan di kepala oleh pemain kontrofersial Fellipe. Fellipe sendiri selama pertandingan mengeluarkan jurus-jurus kunfu namun tidak mendapat teguran dari wasit. Kembali ke Evan Dimas, karena mendapatkan kartu kuning 2 X Evan harus absen saat Indonesia kontra Vietnam.
4. Walk Outnya Team Sepak Takraw Putri Indonesia
Tak hanya di cabang sepak bola kontingen kita "dikerjain" wasit. Team sepak takraw putri pun tak luput. Saat melawan team tuan rumah Malaysia wasit beberapa kali mengambil keputusan yang merugikan Indonesia. Beberapa kali servis Indonesia dianggap foul. Hilang kesabaran sehingga team pelatih meminta anak asuhnya untuk Walk Out dan tidak melanjutkan pertandingan. Padahal saat itu kita unggul.
Ini lah beberapa kejadian yang merugikan Indonesia menurut Admin. Menurut sedulur KGL bagaimana?


No comments:
Post a Comment